Tuesday, 12 March 2013

Kau yang Menjauh dari Tepi Jendela

- No comments

Sudah mengering dan mengeras yang di dalam hati
Hampir lumat senyummu yang pernah berseri
Kau dulu senang duduk di tepi jendela dengan kaca yang terbuka selebar mata
Sesekali tersenyum sambil membuang nafas panjangmu yang kau hidup untuk kehidupan
Mereka tersenyum padaku, katamu
Padahal kau lah yang ternyum untuk mereka
Sekarang kau duduk agak menjauh
Sehasta demi sehasta
Takutmu menjadi tampak jelas terlihat di mata
Kehidupan menceritakan dukanya padaku. Melalui hembusan angin ia berbicara, ucapmu
Padahal kaulah yang melihat duka itu melalui matamu lalu kau ceritakan padanya
Hembus angin itu adalah damai yang ingin menghempas takut dalam hatimu
Dan akhirnya kau benar-benar tidak lagi berani duduk di tepi jendela
Aku tak mau lagi mendengar cerita-cerita duka, katamu
Padahal kaulah yang terus-terusan menceritakan duka
Tidak lagi melalui mata kau pun bercerita melalui tanganmu dan keberingasanmu

.

Monday, 12 July 2010

Selamat Datang Sya'ban

- No comments

tidak terasa sudah di bibir Sya'ban
bulan yang baik untuk kembali membuka firman-firman
seperti tahun-tahun sebelumnya
ayat-ayat suci akan dikumandangkan dari menara secara bergantian

rupanya, kau pun harus kembali menghafal doa-doa
menundukkan pandangan mata
memahami maknanya
serta mengangkat tinggi-tinggi tanganmu di atas kepala
supaya orang-orang yang berbuka puasa bersama bisa mengamini dengan gegap gempita

bangunmu dipagikan
tidurmu dimalamkan
shalatmu dikhusyu'kan
dzikirmu dilamakan:
bertasbih, bertahmid, bertakbir
lalu diakhiri dengan tahlil dan istighfar

sudah saatnya kau belajar menangis
renungkanlah dosa-dosa, takutlah siksa
sehingga pipimu bisa kau basahi dengan air mata
namun kalau tak bisa
kau bisa pura-pura menangis
usapkan bawang merah dekat alis
atau cukup dengan meringis

kau sudah di bibir Sya'ban
saat yang tepat meminta ampunan
ketika datang Ramadhan
kau sudah bersih jiwa dan badan
amin 


27 Rajab 1431